0
Dikirim pada 30 September 2014 di Hot News

Indonesian Coffee Festival (ICF) kembali digelar pada 17-19 Oktober 2014 di Bali. ICF 2014 merupakan kegiatan tahunan, bertujuan mempromosikan kopi Indonesia ke dunia, agar ke depan Indonesia menjadi pusat kopi dunia. Juga diharapkan bisa mengangkat kehidupan petani kopi.

Yanthi Tambunan, Founder & Chairperson of ICF Steering Committee, mengatakan untuk mendapatkan kopi yang berkualitas dibutuhkan proses yang benar dari menanam hingga menjadi biji kopi. 

Proses awal ini tentunya berada pada petani kopi, melalui pemahaman yang benar tentang menanam dan memproses kopi akan menghasilkan kopi berkualitas.

“Hasil kopi yang berkualitas tentunya akan berimbas pada nilai jual kopi itu sendiri. ICF tidak hanya mempromosikan kopi, tapi juga memberikan pemahaman kepada petani kopi, serta membuka pasar bagi mereka agar produksi dan kualitas bisa meningkat. Pada akhirnya, harkat dan martabat petani kopi Indonesia bisa terangkat,” ujar Yanthi di Jakarta, Senin, 29 September 2014. (Baca: Indonesia Kejar Target Jadi Pusat Kopi Dunia)

Yanthi menuturkan perjalanan ICF sendiri dimulai dengan The Road To The Coffee Festival Indonesia di Bandung pada 23 Desember 2011, lalu diikuti oleh Indonesian Coffee Festival pertama di Ubud, Bali, pada 2012 dan tahun lalu di Yogyakarta.

“ICF telah berhasil mengumpulkan semua elemen, dari petani kopi, pengusaha, pemerintah, UKM, hingga masyarakat penikmat kopi. Ini menunjukkan ICF menjadi sarana berkumpul strategis semua elemen untuk bersama-sama menjadikan Indonesia pusat kopi dunia,” kata Yanthi.

ICF 2014 diharapkan dapat dikunjungi lebih dari seratus pembeli (buyers) internasional, antara lain dari Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Jepang, Italia, Spanyol, Kanada, Belgia, Inggris, dan Belanda.

Jumlah peserta pameran ditargetkan mencapai 50 partisipan, baik dari dalam maupun luar negeri, serta 7.500 pengunjung domestik dan mancanegara. Peserta ICF terdiri atasplantations, roasters, brewers, coffee machines, café brands, coffee utensils, coffee bar, coffee spa, dan coffee merchandising.

“Selain pameran, kegiatan utama ICF 2014 adalah business matchmaking, lelang kopi,roasting workshop, brewing workshop, café, coffee bar, coffee spa, kunjungan di kebun kopi Kintamani, dan seni pertunjukan,” ujarnya.

Ritual minum kopi termasuk gaya hidup yang mengalami perubahan besar akibat peningkatan taraf hidup dan bertambahnya golongan menengah di Indonesia.


Dulu, menikmati secangkir kopi lazimnya dilakukan di rumah atau warung kopi. Sekarang, menikmati kopi dilakukan kafe dan restoran berkelas dengan segmen yang semakin luas, baik dari sisi gender maupun rentang usia. (Baca: 29 Kopi Spesial Indonesia Dipromosikan ke ...)

"Hal tersebut mendorong konsumsi kopi dalam negeri naik 6-8 persen per tahun. Saat ini konsumsi kopi diprediksi mencapai 300 ribu ton per tahun. Ini menjadikan peluang yang cukup besar bagi produsen dalam negeri untuk fokus menggarap pasar lokal," tutur Yanthi.

Menurut International Coffee Organization (ICO), konsumsi kopi meningkat dua kali lebih cepat di negara-negara pengekspor dan pengimpor kopi, seperti AS dan Italia. Para petani kopi di negara pengekspor terus berupaya memenuhi melejitnya permintaan di dalam dan luar negeri.

Menurut para analis, hal tersebut memicu kenaikan harga biji kopi pada pasar berjangka sekitar 75 persen. “Kegiatan ICF 2014 menjadi momentum yang baik bagi pelaku kopi Indonesia untuk bersinergi mensukseskan serta meningkatkan industri kopi dalam negeri di masa yang akan datang. Tak lupa saya sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang turut mendukung terselenggaranya ICF 2014,” kata Yanti.

ICF 2014 didukung oleh Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (AKSI), Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI), Asosiasi Kopi Luwak Indonesia, ASEAN Secretariat, MarkPlus Inc, Wali Kota Denpasar, Yayasan Sanur, dan Bali Tourism Board.

sumber : tempo.co



Cari Informasi Wisata Pangandaran, Paket Wisata Pangandaran, Green Canyon, Batu Karas dan yang lainnya, segera buka www.mypangandaran.com


Dikirim pada 30 September 2014 di Hot News
comments powered by Disqus


connect with ABATASA