0
Dikirim pada 30 September 2014 di Tips dan Trik

Untuk menggenjot pemasaran, Wardah kian gencar memberikan pesan, bahwa kosmetik halal tidak khusus untuk konsumen muslim atau yang berjilbab saja. Mereka yang tidak berjilbab dan nonmuslim pun mesti peduli dengan produk kosmetik halal karena pasti aman. Bagaimana Wardah memperluas pasar kosmetiknya?  Salman Subakat, Direktur Pemasaran Wardah, memaparkannya kepada Arie Liliyah dari SWA Online berikut ini:

Apa saja upaya yang dilakukan untuk meningkatkan penjualan produk? 

Dua-tiga tahun terakhir kami membuat pesan baru untuk pasar kami, bahwa untuk peduli dengan kosmetik halal itu tidak harus berjilbab, tidak harus orang muslim saja, tetapi semua orang sudah semestinya peduli karena yang halal sudah pasti aman. Selain itu, memang belakangan, sudah sejak lima tahun lalu kami mulai lebih fokus mengembangkan functional value dari produk ini, karena menurut kami untuk spiritual value, Wardah sudah berhasil membangun itu sejak awal dilahirkan. Jadi, sekarang kami bangun teknologi buat improve kualitas produk dan meningkatkan pelayanan.

Apa saja terobosannya di bidang produk dan pemasaran?

Untuk produk awalnya kan kami hanya mengeluarkan basic series, acne series dan decorative.Kemudian sekitar lima taun lalu kami keluarkan lightening series, exclusive series dan Hajj & Umrah series ini adalah paket produk perawatan kulit untuk mereka yang bereda di Tanah Suci. Lalu sekitar 3-4 tahun belakangan ini untuk decorative kami kembangkan terus varian warnanya. Dan baru-baru ini kami keluarkan seri body care, diantaranya Spa series, Sun care, Scentsation-body,  Scentsation-EDT dan white secret.

Kalau strategi pemasaran kami masih terus maksimalkan semua chanel, baik iklan di media siar, cetak, maupun peningkatan pelayanan di counter seperti konsultasi make up. Kami juga masuk keevent-event fashion show, dan make up sponsor untuk film. Yang paling bekesan adalah waktu kami masuk di film Habibie-Ainun kemarin, menurut saya itu salah satu kerjasama yang berkesan.

Kemudian kami juga memperhatikan dalam hal memilih brand ambassador, kriterianya ya bagaimana mereka bisa menginspirasi orang di sekitarnya. Ya, balik lagi Wardah itu kan kosmetik dengan karakter yang sangat khas, jadi memilih brand ambassador-nya juga harus pelan-pelan samapai ketemu yang pas. Ya, ada sisi intuisinya juga, jadi kami sudah kenal dengan beberapabrand ambassador tepat sebelum mereka booming. Jadi, kami lebih melihat ke kisah inspirasi mereka dan keinginan mereka untuk menginspirasi. Nah, keinginan mereka itu yang “mahal” menurut kami sehingga kami merasa pas menggandeng mereka sebagai brand  ambassador.

Selain itu,  membangun relasi yang baik dengan semua orang, jadi intinya setiap orang yang berjualan Wardah dan paham  Wardah, kami akan support semaksimal mungkin, pada dasarnya kan toko-toko, distributor itu kan butuh support dari principal kan. Lalu juga jalin komunikasi yang baik dengan para retailer, pasar yang kelihatan lebih agresif kan mereka. Itu ke seluruh Indonesia.

Berarti khusus untuk inovasi produk apakah Wardah memiliki tim R&D sendiri?

Ya, kami punya tim sendiri, tetapi soal ilmunya kami tetap open minded belajar dari Industri-industri lainnya. Industri apapun selalu berubah proposisinya, misalnya handphone yang tadinya lebih ke fitur-fitur sekarang lebih ke lifestyle. Jadi, sekarang kami pun mulai berubah propisisinya. Jadi kalau boleh saya katakan, semua orang itu harus confidence dan fokus sama brand-nya. Kalau Wardah ini kan marketing-nya kami harus kreatif di tengah suatu pakem-pakem tertentu gitu kan? Jadi, kuncinya adalah mencintai apa yang kita kerjakan jangan selalu merasa penuh keterbatasan, karena ternyata bisa dan membanggakan hasilnya.

Berapa market share-nya dan pertumbuhan omset per tahun?

Omset terus naik melebihi target, sudah dua dijit tetapi saya tidak bisa share itu. Market share sudah sekitar 30%, kalau dilihat belum sangat besar, tapi untuk sebuah perusahaan yang baru ya ini sduah sangat bagus pencapainnya. Bisa dibilang Wardah sudah mendapat market share yang besar, wardah juga memimpin di pasar dekoratif. Itu yang paling dikenal di masyarakat.

Apa target dan rencana ke depan?

Sekarang semakin banyak yang masuk ke pasar kosmetik halal, tetapi kami masih bisa bertahan di posisi kami, mungkin karena faktor pioner juga.

Karena memang ada banyak pemain kosmetik lainnya yang juga masuk ke pasar muslim tetapi seiring waktu yang bertahan sedikit. Maka sekarang dan ke depan pasar yang kami sasar itu tidak hanya yang berhijab, jadi message kami adalah untuk peduli dengan kosmetik halal itu tidak harus berhijab, mereka tidak berhijab pun semestinya peduli dengan kosmetik yang halal dan aman. Selain itu, juga inovasi produk, kami berusaha mengadopsi teknologi-teknologi terbaru tetapi yang tetap bisa mendukung prinsip halal. Intinya, tetap open minded dengan perubahan.

sumber : swa.co.id



Dikirim pada 30 September 2014 di Tips dan Trik
comments powered by Disqus


connect with ABATASA