0
Dikirim pada 26 November 2014 di Hot News

Sebelum berlibur ke Jogja, cari penginapan murah di Jogja dulu ya. Ketika berlibur ke Yogyakarta, ada banyak hal yang dapat dilihat. Ada Kebun Teh Tritis di Kulonprogo, si mutiara hijau di Bukit Menoreh. Kebun teh ini dapat menjadi alternatif wisata di Yogyakarta selain keraton.

Kebun teh ini seolah hadir sebagai surga kecil yang tak pernah terduga. Menempuh waktu perjalanan sekitar dua jam dari Yogyakarta tak lantas membuat kami lelah. Perbukitan Menoreh seolah menunjukkan kepada kami keelokan alam dari setiap liukan jalan, jurang ataupun tanjakan terjal

Awalnya, tujuan saya dan sahabat saya bukan ke Kebun Teh Tritis, melainkan Kebun Teh Nglinggo. Karena Nglinggo yang kami temukan ketika kami bertanya pada mesin pencari Google. Namun, setelah sampai di Kebun Teh Nglinggo ini, kami bertemu seorang warga setempat dan menyarankan kami untuk mengunjungi Kebun Teh Tritis. Bisa dikatakan, kunjungan kami ke Kebun Teh Tritis adalah suatu kebetulan.

Benar saja, setelah beberapa kali bertanya, akhirnya sampailah kami di Dusun Tritis ini. Ketika sampai, hamparan rimbun tumbuhan teh berjajar rapi seolah memberikan ucapan selamat datang kepada kami. Namun, kami tak langsung yakin jika kebun teh tersebut dibuka untuk umum, karena memang letaknya mengelilingi sebuah rumah.

Sempat ragu, akhirnya kami memberanikan diri melintasi jalan halus selebar kurang lebih satu meter dan memarkirkan motor di halaman rumah tersebut. Untuk meyakinkan diri, kami kembali bertanya apakah benar itu kebun teh yang kami maksud dan bagaimana caranya kami menjelajahi tempat itu. Ternyata kami boleh menikmati tempat itu secara cuma-cuma.

Jika dibandingkan dengan Kebun Teh Nglinggo, jelas saja Tritis lebih apik. Kebun teh ini benar-benar terawat dan menyejukkan. Luasnya sekitar satu hektar dan menghampar di bukit sebelah rumah si empunya, Bapak Purwanto. Dari perjalanan kami yang melewati banyak kebun teh, kami simpulkan kebun teh ini yang terbaik di antara yang lainnya.

Menelusuri tiap-tiap sela jajaran tanaman teh itu seperti memecahkan sebuah teka-teki. Kami selalu menemukan hal menakjubkan yang tak pernah bisa ditangkap kamera dengan lebih baik dibandingkan mata kami sendiri.

Ketika berada di bagian paling bawah, kami melihat hamparan tanaman teh tersusun secara terasering yang menakjubkan. Sampai di bagian tengah, kami dapat melihat bukit di seberang kami yang mulai tertutup kabut. Di bagian paling puncak dari kebun teh ini, kami dapat melihat jajaran bukit lain yang lebih banyak tersembunyi di baliknya.

Tak mau melewatkan kesempatan yang ada, kamipun mengambil foto sebanyak-banyaknya. Mulai dari ketika kami sampai di sana, hingga ketika kami berada di bagian puncak kebun teh tersebut.

Setelah puas melakukan tea walking di kebun teh ini, kami pun memutuskan untuk pulang. Ketika sampai di bawah lagi, seorang ibu menghampiri kami. Ternyata ibu itu adalah istri dari Bapak Purwanto, pemilik kebun teh ini. Beliau sangat ramah dan menceritakan banyak hal tentang kebun tehnya.

Dari percakapan kami tersebut, kami juga tahu bahwa kebun teh itu sudah ada sejak 22 tahun silam dan menjadi mata pencaharian utama keluarga ini. Puas bertanya-tanya banyak tentang tempat indah ini, kami pun memutuskan untuk berpamitan pulang, sebelum hari semakin petang dan kabut turun.

Dalam perjalanan pulang, lagi-lagi banyak pemandangan menarik yang memaksa kami untuk memarkir motor sejenak dan mengabadikan pemandangan itu. Terlebih lagi ketika kami sampai di persawahan dekat daerah Dekso, padi menguning begitu indah, burung-burung kecil terbang seakan tak takut bahaya, dan sungai kecil mengalir menyejukkan. Benar-benar pemandangan yang tak mampu kami bayar dengan apapun.

Kami tak pernah menyangka jika kami akan sampai ketempat ini. Perjalanan yang cukup jauh dan tempat yang tak kami ketahui sebelumnya seakan-akan menjadi hadiah indah yang harus kami syukuri. Setelah apa yang kami lewati hari itu, kami berjanji untuk tidak boleh bersungut sedikit pun. Karena apa yang kami dapatkan, semuanya kami peroleh secara cuma-cuma.

Kulonprogo menjadi sebuah surga yang siapapun boleh rasakan, tanpa ada batasan. Udara segar yang bisa dihirup sebanyak yang kita bisa, hijaunya alam yang boleh kita rasakan sepuasnya, dan keindahan sempurna di perbukitan yang terkadang hanya kita kenal namanya saja. Jadi coba baca artikel lain tentang penginapan murah di jogja dan objek wisatanya disini

sumber : detik.com



Dikirim pada 26 November 2014 di Hot News
comments powered by Disqus


connect with ABATASA