0


Penginapan murah di Jogja dari MINIMILI Homestay, anda pasti tidak bisa melupakan Jogja dengan keramahannya, dengan keistimewaannya. Jogja adalah salah satu kota favorit wisata setelah Bali. Wisata di Jogja, tak terhitung lagi jumlahnya. Banyak tempat menarik disini, dan selalu bertambah. Wisata kuliner, wisata alam, wisata apapun pasti ada di Jogja, hanya di Jogja loh!
Menginap adalah salah satu solusi yang harus dipikirkan ketika anda berada di Jogja, dan MINIMILI Homestay adalah jawaban dari masalah anda. Dengan konsep guest house di Jogja, atau homestay/guesthouse. Anda dapat menghemat banyak pengeluaran anda. Asiknya lagi, anda bisa bareng-bareng di satu tempat. Luar biasa kan?
Letak yang strategis di pusat Kota, hanya 7 menit ke Malioboro, Alun-alun, Keraton dan berbagai pusat kuliner di Jogja. Dijamin anda puas menginap di tempat kami :). Harga terjangkau dan yang pasti nyaman, aman dan mantap! Hubungi 0812 2768 5005 atau 0274 942 5502 untuk pemesanan. silahkan ke website : http://nginepdijogja.blogspot.com

Dikirim pada 21 Oktober 2014 di Hot News


Indonesian Coffee Festival (ICF) kembali digelar pada 17-19 Oktober 2014 di Bali. ICF 2014 merupakan kegiatan tahunan, bertujuan mempromosikan kopi Indonesia ke dunia, agar ke depan Indonesia menjadi pusat kopi dunia. Juga diharapkan bisa mengangkat kehidupan petani kopi.
Yanthi Tambunan, Founder & Chairperson of ICF Steering Committee, mengatakan untuk mendapatkan kopi yang berkualitas dibutuhkan proses yang benar dari menanam hingga menjadi biji kopi.
Proses awal ini tentunya berada pada petani kopi, melalui pemahaman yang benar tentang menanam dan memproses kopi akan menghasilkan kopi berkualitas.
“Hasil kopi yang berkualitas tentunya akan berimbas pada nilai jual kopi itu sendiri. ICF tidak hanya mempromosikan kopi, tapi juga memberikan pemahaman kepada petani kopi, serta membuka pasar bagi mereka agar produksi dan kualitas bisa meningkat. Pada akhirnya, harkat dan martabat petani kopi Indonesia bisa terangkat,” ujar Yanthi di Jakarta, Senin, 29 September 2014. (Baca: Indonesia Kejar Target Jadi Pusat Kopi Dunia)
Yanthi menuturkan perjalanan ICF sendiri dimulai dengan The Road To The Coffee Festival Indonesia di Bandung pada 23 Desember 2011, lalu diikuti oleh Indonesian Coffee Festival pertama di Ubud, Bali, pada 2012 dan tahun lalu di Yogyakarta.
“ICF telah berhasil mengumpulkan semua elemen, dari petani kopi, pengusaha, pemerintah, UKM, hingga masyarakat penikmat kopi. Ini menunjukkan ICF menjadi sarana berkumpul strategis semua elemen untuk bersama-sama menjadikan Indonesia pusat kopi dunia,” kata Yanthi.
ICF 2014 diharapkan dapat dikunjungi lebih dari seratus pembeli (buyers) internasional, antara lain dari Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Jepang, Italia, Spanyol, Kanada, Belgia, Inggris, dan Belanda.
Jumlah peserta pameran ditargetkan mencapai 50 partisipan, baik dari dalam maupun luar negeri, serta 7.500 pengunjung domestik dan mancanegara. Peserta ICF terdiri atasplantations, roasters, brewers, coffee machines, café brands, coffee utensils, coffee bar, coffee spa, dan coffee merchandising.
“Selain pameran, kegiatan utama ICF 2014 adalah business matchmaking, lelang kopi,roasting workshop, brewing workshop, café, coffee bar, coffee spa, kunjungan di kebun kopi Kintamani, dan seni pertunjukan,” ujarnya.
Ritual minum kopi termasuk gaya hidup yang mengalami perubahan besar akibat peningkatan taraf hidup dan bertambahnya golongan menengah di Indonesia.
Dulu, menikmati secangkir kopi lazimnya dilakukan di rumah atau warung kopi. Sekarang, menikmati kopi dilakukan kafe dan restoran berkelas dengan segmen yang semakin luas, baik dari sisi gender maupun rentang usia. (Baca: 29 Kopi Spesial Indonesia Dipromosikan ke ...)
"Hal tersebut mendorong konsumsi kopi dalam negeri naik 6-8 persen per tahun. Saat ini konsumsi kopi diprediksi mencapai 300 ribu ton per tahun. Ini menjadikan peluang yang cukup besar bagi produsen dalam negeri untuk fokus menggarap pasar lokal," tutur Yanthi.
Menurut International Coffee Organization (ICO), konsumsi kopi meningkat dua kali lebih cepat di negara-negara pengekspor dan pengimpor kopi, seperti AS dan Italia. Para petani kopi di negara pengekspor terus berupaya memenuhi melejitnya permintaan di dalam dan luar negeri.
Menurut para analis, hal tersebut memicu kenaikan harga biji kopi pada pasar berjangka sekitar 75 persen. “Kegiatan ICF 2014 menjadi momentum yang baik bagi pelaku kopi Indonesia untuk bersinergi mensukseskan serta meningkatkan industri kopi dalam negeri di masa yang akan datang. Tak lupa saya sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang turut mendukung terselenggaranya ICF 2014,” kata Yanti.
ICF 2014 didukung oleh Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (AKSI), Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI), Asosiasi Kopi Luwak Indonesia, ASEAN Secretariat, MarkPlus Inc, Wali Kota Denpasar, Yayasan Sanur, dan Bali Tourism Board.
sumber : tempo.co

Dikirim pada 30 September 2014 di Hot News


Polaroid membuat debutnya di ranah kamera aksi seukuran genggaman tangan. Namanya Polaroid Cube dan akan dipasarkan 1 Oktober nanti.

Cube berukuran kecil, hanya sekitar 3,8 sentimeter di tiap bagian sisinya. Harga yang ditawarkan Polaroid hanya sekitar US$99,99 atau Rp1 jutaan.

Resolusi yang diusung Cube sekitar 6 megapiksel dan dibantu dengan satu tombol untuk pengoperasiannya. Fitur di dalamnya mampu menangkap gambar diam sampai resolusi sebesar itu. Sedangkan untuk pengambilan video, formatnya bisa mencapai high-def 1080 atau sekitar 720 piksel.

Cube dilengkapi dengan satu port USB untuk kabel charger dan transfer data. Daya simpannya sekitar 32 GB untuk video dan gambar. Tentunya, ruang penyimpanan yang diandalkan adalah kartu micro-SD.

Perangkat ini memang antipercikan air. Namun jika pengguna berniat untuk membawanya ke dalam air, mereka harus memberikan perlindungan untuk Cube. Pengguna bisa melindungi Cube dengan casing waterproof.

Sebagai tambahan, perangkat ini tidak membutuhkan bantuan pengait untuk bisa tersemat ke dalam perangkat lain. Pasalnya, perangkat ini dilengkapi dengan klip magnetik yang bisa dengan mudah dilekatkan ke sepeda atau permukaan lain.
Kompetitornya, GoPro, mengharuskan penggunaan perangkat tambahan untuk bisa melekatkannya di permukaan lain.

Yang menarik lagi, di dalam GoPro terdapat mikrofon dan bantuan cahaya LED untuk pengambilan gambar di malam hari.
sumber : viva.co.id

Dikirim pada 30 September 2014 di Hot News


Dewan Perwakilan Rakyat akan menggelar Sidang Paripurna pengucapan sumpah anggota MPR, DPR, dan DPD terpilih periode 2014-2019, Rabu 1 Oktober 2014.

Acara yang akan dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono, serta para komisioner Komisi Pemilihan Umum itu akan dipimpin oleh pimpinan MPR, DPR, dan DPD sementara.

Dari sekian banyak anggota dewan yang akan disumpah, ada nama Ade Rezki Pratama. Ia merupakan anggota DPR termuda yang kini baru menjejaki usia 26 tahun.

"Kita tentunya ingin banyak belajar serius, tidak main-main untuk membuat perubahan yang lebih baik. Kita akan terus belajar dan tidak berpuas diri tentunya," ujar Ade usai acara gladi bersih di Gedung DPR, Jakarta, Selasa 30 September 2014.

Ade berharap agar dia ditempatkan di Komisi V DPR yang membidangi perhubungan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, pembangunan pedesaan dan kawasan tertinggal, serta meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

"Kita tahu di negara yang begitu luasnya, tapi masih kurang infrastruktur, ini terkait anggaran juga. Nanti kita bersama-sama di dewan yang baru bisa mencari solusi yang baik agar rakyat sejahtera," jelas dia.

Politikus Partai Gerindra dari daerah pemilihan Sumatera Barat II ini mengaku tidak gentar dengan para senior dan anggota DPR petahana. Ia beralasan, keberadaan senior justru menjadi tambahan modal baginya untuk berbagi ilmu.

Seperti diketahui, Komisi Pemilihan Umum telah menetapkan anggota DPR, dan DPD yang memiliki usia termuda dan tertua untuk memimpin Sidang Paripurna.

Berikut daftar nama-namanya;

Tertua (DPR)
- Dra. Popong Otje Djundjunan, lahir di Bandung 30 Desember 1938 (76th), Perempuan, Partai Golkar Dapil Jawa Barat I.

Termuda (DPR)

- Ade Rezki Pratama, SE, lahir di Bukittinggi, 8 November 1988 (26th), Laki-laki, Partai Gerindra Dapil Sumatera Barat II.

Tertua (DPD)

- Drs. H. Mudaffar Sjah, M.Si, lahir di Ternate 13 April 1935 (79th), Laki-laki, Dapil Prov. Maluku Utara.

Termuda (DPD)

- Riri Damayanti, S.Psi, lahir di Bengkulu 4 Februari 1990 (24th), perempuan, Dapil Prov. Bengkulu.

sumber : viva.co.id

Dikirim pada 30 September 2014 di Hot News
Awal « 1 2 3 4 » Akhir


connect with ABATASA